Senin, 17 Juni 2013

Solusi Hidup Yang Kemudian Biarkan Berlalu

Masalah yang ini yakni menyesali Kehidupanya di masa yang lalu. Apabila kalian memiliki problem penyesalan di didunia Solusi mempunyai problem anda. Alangkah baiknya apabila kalian mempunya problem tersebut kita baca dulu. Apabila sudah membacanya silahkan melanjutkan membaca.
 Masalah yang ini yakni menyesali Kehidupanya di masa yang kemudian Solusi hidup yang kemudian biarkan berlalu

yang kemudian semoga berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan terbelakang dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa kemudian akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, kemudian disimpan dalam 'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang besar lengan berkuasa dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, sebab masa kemudian telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan bisa mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan bisa merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan sanggup menghidupkannya kembali, sebab ia memang sudah tidak ada.
Jangan pernah hidup dalam mimpi jelek masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, yakni kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.
Membaca kembali lembaran masa kemudian hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur'an, setiap kali usai membuktikan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu yakni umat yang lalu." Begitulah, dikala suatu perkara habis, maka tamat pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, yakni tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.
Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang menyesali masa lalunya demikian: "Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya." Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan hewan sering bertanya kepada seekor keledai begini, "Mengapa engkau tidak menarik gerobak?"
"Aku benci khayalan," jawab keledai.
Adalah peristiwa besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk menyesali puingpuing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh insan dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, pasti mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah tidak mungkin pada asalnya.Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!

Sumber https://anekakabar7.blogspot.com/